UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA
Profesional · Unggul · Berdaya Saing · Berkolaborasi · Berinovasi
|

Kuliah Pakar Ke-4 D-III Farmasi USTJ Bahas Teknologi Bahan Hayati Papua Berbasis Bukti

5
Akun Administrator 26 September 2026
Berita

Jayapura, 25 September 2026 — Program Studi D-III Farmasi Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) kembali menghadirkan kegiatan Kuliah Pakar Ke-4 dengan mengangkat tema “Teknologi Bahan Hayati Papua: Dari Kekayaan Alam dan Pengetahuan Lokal Menuju Produk Kesehatan Berbasis Bukti.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 25 September 2026, secara daring melalui Zoom ini menjadi ruang akademik bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai potensi bahan hayati Papua serta pengembangannya menjadi produk kesehatan yang didukung oleh bukti ilmiah.

Kuliah pakar menghadirkan Dr. Eva Susanty Simaremare, M.Si. sebagai pemateri dan apt. Nurulhuda M. Nurdin, M.Farm. sebagai moderator. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 WIT hingga selesai dan diikuti dalam rangkaian pembelajaran pada Program Studi D-III Farmasi USTJ.

Tema yang diangkat menempatkan kekayaan alam Papua dan pengetahuan lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan ilmu dan inovasi di bidang kesehatan. Pembahasan mengenai bahan hayati tidak hanya berkaitan dengan potensi sumber daya alam, tetapi juga bagaimana pemanfaatannya dapat dikembangkan secara ilmiah sehingga menghasilkan produk kesehatan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui kuliah pakar ini, mahasiswa memperoleh ruang untuk melihat keterkaitan antara pengetahuan lokal, potensi bahan hayati Papua, perkembangan teknologi, dan kebutuhan akan produk kesehatan berbasis bukti. Pendekatan tersebut menjadi relevan dalam membangun pemahaman mahasiswa farmasi terhadap proses pengembangan bahan alam agar dapat dikaji dan dimanfaatkan secara lebih terarah.

Pelaksanaan Kuliah Pakar Ke-4 juga menjadi bagian dari upaya Program Studi D-III Farmasi USTJ dalam menghadirkan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan perspektif dan pengalaman akademik di luar proses perkuliahan reguler.

Bagi mahasiswa, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk memperkaya pengetahuan sekaligus melihat peluang pengembangan potensi lokal Papua dalam bidang kesehatan. Kekayaan bahan hayati yang dimiliki Papua dapat menjadi bagian dari ruang pengembangan ilmu pengetahuan apabila didukung oleh proses penelitian, pengujian, dan pengembangan yang berbasis bukti.

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi D-III Farmasi USTJ terus mendorong mahasiswa untuk memahami potensi daerah sekaligus mengembangkan cara pandang ilmiah dalam pemanfaatan sumber daya alam. Hal ini sejalan dengan kebutuhan untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi di bidang farmasi, tetapi juga mampu melihat peluang inovasi yang bersumber dari potensi lokal Papua.

Kuliah Pakar Ke-4 menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi mahasiswa D-III Farmasi USTJ untuk mengenal lebih dekat potensi bahan hayati Papua dan melihat peluangnya dalam pengembangan produk kesehatan berbasis bukti.